Cari Blog Ini

Selasa, 17 Maret 2015

Tugas Minggu III Analisis Lanskap



PENGARUH GEMPA TEKTONIK TERHADAP AKTIVITAS GUNUNG BERAPI

Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema.Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava. Magma sebagai masa silikat cair pijar sangat giat melakukan gerakan ke segala arah baik secara vertical, miring, menyusup atau mendatar, yang bergerak dipermukaan bumi ataupun hanya di dalam bumi. Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya.
Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma. Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik.
Pergerakan dari aktivitas vulkanik dapat berakibat terjadinya sustu gempa, yang dinamakan gempa vulkanik. Gempa vulkanik itu sendiri adalah getaran di permukaan bumi yang disebabkan oleh peristiwa keluarnya magma dari dapur magma. Peristiwa magma keluar dari dapur magma, baik hanya di lapisan kulit bumi maupun sampai permukaan bumi menyebabkan getaran disebut magma vulkanik. Getaran gempa vulkanik terbatas di tubuh gunung api dan di daerah sekitarnya. Bahaya dari gempa vulkanik adalah bahan­-bahan yang dikeluarkan oleh letusan gunung vulkanik, seperti batu­-batuan, debu, lahar, dan gas beracun. Akibat gempa vulkanik dapat membahayakan makhluk hidup dan lingkungan yang disebabkan oleh bahan letusan. Bila vulkanik berada di laut maka dapat menimbulkan gelombang pasang seperti Gunung Merapi. Pada umumnya, wilayah korban letusan vulkanik meliputi wilayah sempit (sekitar gunung api) dibandingkan dengan gempa tektonik. Lokasi atau daerah gempa vulkanik terdapat di seluruh gunung api di Indonesia.
Gejala atau tanda gunung api meletus adalah terjadi gempa, terdengar suara gemuruh dalam tanah, suhu di sekitar ka­wah naik, sumber mata air kering, binatang berpindah, tumbuhan sekitar kawah hangus, dan ekshalasi se­makin hebat. Manfaat gunung api adalah abu vulkanik da­pat meremajakan dan menyuburkan tanah di sekitar letusan, bahan ga­lian/tambang terdapat di daerah bekas letusan, dan hasil letusan digunakan sebagai bahan bangunan serta objek rekreasi.
Dari kejadian gempa yang terjadi di Jogja. Menurut BMG di dalam Hamid (2007), penyebab gempabumi tanggal 27 Mei 2006 diramalkan karena adanya gerakan pada pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia serta penunjaman lempeng tektonik di samudra Indonesia yang terletak 37 km di selatan kota Yogyakarta pada kedalaman 33 km. Kekuatan gempa adalah 5,9 Skala Richter (SR). Gelombang gempa akibat patahan lempeng tektonik merambat ke segala arah. Ketika gelombang tersebut mengenai sesar (patahan) Kali Oya, Kali Opak, Kali Progo, dan sesar Jiwo menyebabkan empat sesar ini patah lagi, karena batuan di empat sesar ini masih labil. Batuan yang masih labil yang berada di empat sesar ini diperkirakan ada pada kedalaman kurang dari 30 km.
Aktivitas Kegunungapian,Gunung Aktif karena Gerak Lempeng Indoaustralia,Kebumen, Kompas – Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Informasi dan Konservasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Meningkatnya aktivitas gunung api di Pulau Jawa, terutama Gunung Merapi, Dieng, dan Semeru berkorelasi dengan penajaman atau pergerakan lempeng Indoaustralia yang berada di bawah Pulau Jawa. Setiap tahun lempeng bagian dari lempeng Asia Tenggara itu bergerak sepanjang 10 sentimeter. Pada bagian lempeng yang menajam dengan dasar Pulau Jawa terjadi peleburan. Air yang dibawa partikel lempeng akan terpanaskan hingga menimbulkan uap yang membawa material magma ke atas permukaan bumi.
Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subadriyo, membenarkan gempa yang terasa di kota Yogyakarta gempa tektonik. Menurut Subandriyo, gempa yang terjadi Selasa (19/7) malam itutidak ada kaitannya dengan aktivitas gunung Merapi.Menurut Subadriyo, gempa tektonik yang bersumber di Samudera Indonesia itu bisa  saja mempengaruhi aktivitas Merapi. “Dalam kondisi Merapi yang aktif saat ini, gempa tektonik bisa saja memicu peningkatan aktivitas, namun bisa juga tidak. Makanya, kami akan cermati efek gempa itu terhadap aktivitas Merapi,”katanya.Gempa tektonik seperti itu, bisa berpengaruh terhadap gerakan magma gunung Merapi
Jadi, aktivitas dari pergerakan yang ditimbulkan oleh pergerakan lempeng bumi atau biasa  disebut dengan gempa tektonik dapat mempenggaruhi dari aktivitas gunung berapi. Akan tetapi pengaruhnya tergantung dari tingkat aktivitas gunung berapi. Jika keadaan gunung telah berada pada tingkat siaga, atau gunung pada kondisi akan meletus, maka pengaruh dari gempa tektonik dapat mempercepat terjadinya letusan gunung berapi.

Sumber
Hamid, Ahmad Abu. 2007.   Makalah Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Disampaikan Pada Pelatihan  Siaga Gempa dan Bencana Alam Lainnya Di  PSBB MAN III Yogyakarta  Pada Tanggal 26 Februari 2007  tentang Gempabumi Tektonik Di Yogyakarta Dan Sekitarnya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar